Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Hati-hati, Mengkhayal Bisa Buat Orang Tidak Bahagia

Jakarta - Tidak sedikit orang yang gemar mengkhayalkan kisah hidup bahagia. Namun tahukan Anda, banyak mengkhayal justru bisa membuat seseorang merasa tidak bahagia.

Seseorang menghabiskan kurang lebih setengah dari waktu kerjanya untuk mengkhayalkan masa depan atau memikirkan kisah hidupnya di masa lalu. Demikian seperti yang dikutip dari genius beauty.

Sebuah penelitian di Universitas Harvard membuktikan hal tersebut. Mayoritas orang menghabiskan 46,9 persen waktunya untuk berkhayal. Ironisnya, hal ini dapat membuat perasaan menjadi buruk dan mengurangi rasa bahagia.

Penelitian ini menjelaskan bahwa kebahagiaan seseorang yang sebenarnya adalah ketika hidup di alam nyata. Bukan pada saat mengkhayalkan hal-hal indah mengenai kesuksesan hidup.

Puncak kebahagiaan tertinggi seseorang adalah ketika berkomunikasi aktif dengan teman-teman. Teori yang sama juga menjelaskan mengapa banyak orang yang menyukai olahraga ekstrim, mendaftar di berbagai klub dan menghabiskan waktu di bar atau cafe bersama teman-teman mereka.

Selain saat bekerja, secara tidak sadar mengkhayal banyak dilakukan orang saat mendengarkan musik, bermain, istirahat dan duduk di depan komputer. Tetapi khayalan jarang muncul ketika sedang membaca, menonton televisi, atau melakukan pekerjaan rumah.

Demi memkasimalkan penelitian ini, para peneliti mengembangkan aplikasi khusus untuk iPhone, yang secara acak mengirim tiga pertanyaan sederhana kepada 2.250 partisipan yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Pertanyaan tersebut, Bagaimana perasaan Anda hari ini?", "Apa yang kamu lakukan sekarang?" dan "Apakah Anda saat ini sedang berpikir sesuatu yang lain dari apa yang Anda lakukan?"

Hasil dari survey tersebut menyebutkan bahwa para peserta membiarkan 30 persen pikirannya untuk berkhayal. Tetapi pada saat melakukan kegiatan seksual, mereka cukup fokus.

(eya/eya)


copas dari : www.wolipop.com 

3 Kesalahan Umum Yang Dapat Merusak Gigi

Jakarta - Menjaga agar gigi selalu sehat adalah dengan menyikatnya setiap hari. Sayangnya, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa kebiasaan Anda yang ternyata salah dan berakibat buruk terhadap kesehatan gigi dan mulut.

Seperti yang dikutip dari everydayhealth, menyikat gigi setiap hari belumlah cukup untuk melindungi gigi jika Anda masih melakukan beberapa kesalahan kecil seperti dibawah ini. Berikut adalah kesalahan umum tersebut.

Memakan terlalu banyak gula

Mengurangi asupan gula tidak hanya baik untuk menjaga bentuk tubuh tapi juga baik untuk kesehatan gigi. Permen karet, soda, jus dan cemilan-cemilan manis lainnya diketahui sebagai penyebab gigi berlubang karena gula pada gigi diubah menjadi asam dan kemudian merusak enamel gigi.

"Mengonsumsi gula dan karbohidrat, dapat menyebabkan peningkatan kerusakan gigi," kata Sally J. Cram, DDS, seorang periodontist di Washington, DC dan seorang penasehat konsumen untuk American Dental Association.

Kebiasaan merokok dan minum alkohol
Seiring dengan semua bahaya yang ditawarkan olehnya, merokok juga menjadi salah satu penyebab masalah untuk gigi. Produk tembakau dan minum terlalu banyak alkohol adalah kebiasaan buruk  yang mempengaruhi kesehatan mulut secara keseluruhan.

"Orang yang merokok akan lebih berisiko terkena penyakit gigi dan gusi dibandingkan orang yang tidak merokok. Selain merokok, mengonsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker mulut," ujar Cram.

Mengigit pensil & es batu

Saat merasa gugup atau ketakutan, tidak jarang Anda mengigit-gigit ujung pensil atau mengunyah es batu. Kebiasaan kecil ini adalah kebiasaan yang berbahaya, walau tidak menyebabkan kerusakan gigi yang serius.

"Orang yang mengunyah es, mengigit pensil atau menggertakkan gigi karena mereka stres, dapat dengan cepat mengurangi enamel bawah pada gigi," kata Cram.

(eya/eya)


copas dari : www.wolipop.com 

600.000 Perokok Pasif Terbunuh Tiap Tahun

Merry Wahyuningsih - detikHealth
img
(Foto: thinkstock)

Geneva, Sangat ironis nasib perokok pasif yang juga ikut menghirup dan merasakan efek negatif dari asap rokok si perokok aktif. WHO menyatakan ada sekitar 600.000 perokok pasif yang meninggal setiap tahunnya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa perokok pasif turut menyumbang 1 persen jumlah kematian global di seluruh dunia. Jumlah ini berarti ada sekitar 600.000 perokok pasif yang meninggal setiap tahun akibat kebiasaan merokok orang lain.

Dalam studi pertama yang menilai dampak global perokok pasif, tim ahli WHO menemukan bahwa anak-anak merupakan korban terbanyak yang terpapar asap rokok sekunder, dan sekitar 165.000 anak meninggal tiap tahunnya karena asap rokok.

"Dua pertiga kematian terjadi di Afrika dan Asia Selatan," ujar tim peneliti yang dipimpin Annette Pruss-Ustun dari WHO, di Geneva, dilansir Reuters, Jumat (26/11/2010).

Menurut Pruss-Ustun, paparan bagi perokok pasif paling banyak terjadi di rumah. Dan penyakit menular dan efek tembakau tampaknya merupakan kombinasi yang mematikan bagi anak-anak.

Kematian akibat asap rokok sekunder pada anak-anak cenderung banyak terjadi di negara-negara miskin dan menengah, sedangkan kematian pada orang dewasa tersebar di negara-negara dengan semua tingkat pendapatan.

Dari data WHO, ada sekitar 40 anak-anak, 35 wanita non-perokok dan 33 persen laki-laki non-perokok yang terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif pada tahun 2004.

Paparan ini diperkirakan telah menyebabkan 379.000 kematian akibat penyakit jantung, 165.000 akibat infeksi saluran pernapasan, 36.900 karena asma dan 21.400 karena kanker paru-paru.

"Dan untuk dampak secara keseluruhan, kematian akibat rokok bertambah menjadi 5,1 juta kematian per tahun karena penggunaan tembakau aktif," tambah Pruss-Ustun.

Pruss-Ustun mendesak negara-negara untuk menegakkan WHO Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), agar bisa menerapkan langkah-langkah seperti meningkatkan pajak tembakau yang lebih tinggi, kemasan rokok polos dan larangan iklan rokok.

"Pembuat kebijakan di setiap negara harus ingat bahwa menegakkan hukum bebas asap rokok akan secara substansial mengurangi jumlah kematian yang disebabkan paparan asap rokok sekunder dalam tahun pertama pelaksanaannya, dengan disertai penurunan biaya pengobatan penyakit di sistem sosial dan kesehatan," kata Pruss-Ustun.

Perokok pasif biasanya menghirup asap yang berasal dari pembakaran rokok dan juga asap yang dikeluarkan oleh seorang perokok aktif. Menjadi perokok pasif sebenarnya tanpa disadari telah membuat seseoran menjadi perokok. Biasanya perokok pasif ini berada di rumah, mobil, tempat kerja dan tempat-tempat umum lainnya seperti bar.

Untuk melihat seberapa besar perokok pasif terpapar asap rokok dapat diuji dengan mengukur kadar nikotin, cotinine dan karbon monoksida dalam darah, air liur atau urinnya. Cotinine ini adalah suatu hasil produk metabolisme nikotin dalam tubuh.

Didapatkan lebih dari 4.000 zat kimia yang terdapat dalam asap rokok. Sedikitnya 250 zat berbahaya dan 50 diantaranya menyebabkan kanker terkandung dalam sebatang rokok.

Zat kimia tersebut seperti arsenik (logam berat beracun), benzene (bahan kimia dalam bensin), beryllium (logam beracun), kadmium (logam yang digunakan untuk baterai), etilen oksida (bahan kimia untuk mensterilkan alat medis), vinil klorida (zat toksik untuk membuat plastik) dan zat lainnya.

Dilansir dari National Cancer Institute, Jumat (11/12/2009), badan internasional untuk penelitian kanker (IARC) telah mengklasifikasikan asap rokok pada manusia sebagai karsinogen (zat penyebab kanker). Karenanya orang yang tidak merokok tapi sering menghirup asap rokok juga memiliki kemungkinan terkena kanker paru.

copas dari : www.detikhealth.com

Hindari Makanan Ini Saat Sedang Flu

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Flu merupakan penyakit yang umum saat musim pancaroba atau musim hujan. Meski bukan penyakit serius, gejala-gejala flu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila ingin cepat sembuh, sebaiknya hindari makanan berikut saat flu.

Gejala flu seperti hidung tersumbat, meler, batuk serta demam tentunya sangat mengganggu aktivitas. Ada beberapa makanan tertentu yang dapat mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan, tapi ada pula makanan yang justru harus dihindari saat sedang flu.

Dilansir Livestrong, Sabtu (27/11/2010), berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sedang flu:

1. Makanan manis
Menurut buku 'Diets for Healthy Living: Dr. Linda Page's Natural Solutions to America's 10 Biggest Health Problems', gula mencegah tubuh memerangi bakteri yang menyebabkan gejala flu.

Makan makanan yang mengandung banyak gula seperti cake, permen dan kue dapat mencegah tubuh mengatasi hidung tersumbat yang merupakan keluhan umum saat flu. Gula membuat lendir dapat bertahan lama di saluran pernapasan karena lingkungannya yang hangat dan lembab, sehingga menyediakan tempat yang nyaman bagi virus.

Makanan lain yang sebaiknya dipantang saat flu adalah makanan tinggi lemak seperti kentang goreng dan makanan cepat saji.

2. Susu
Susu dapat menyebabkan lendir di paru-paru dan sinus bertahan lebih lama. Virus tumbuh di lingkungan yang hangat dan lembab yang disediakan oleh lendir, yang dapat membuatnya tinggal di dalam tubuh lebih lama dan juga dapat menyebabkan gejala flu lebih parah.

Ganti susu dengan air atau jus buah segar sampai gejala flu Anda sembuh. Sebaiknya juga hindari semua produk susu selama beberapa minggu setelah flu sembuh. Ini akan membantu paru-paru pulih sempurna.

3. Daging
Lemak hewani menghalangi kemampuan tubuh untuk menyingkirkan kuman yang menyebabkan gejala flu, sehingga flu akan berlangsung lama atau mengalami gejala yang lebih parah.

Ganti ayam dan daging dengan makanan nabati, seperti salad hijau yang mengandung banyak antioksidan sehingga dapat melawan infeksi lebih cepat.

Merry Wahyuningsih - www.detikhealth.com

5 Alasan Kesehatan Berhenti Minum Soft Drink

Minuman ringan soft drink sepertinya sudah jadi tren khususnya di kalangan anak muda. Padahal sudah banyak ahli kesehatan yang mengingatkan bahwa soft drink sama sekali tidak sehat, apapun mereknya. Mengapa?
Tak ada manfaat kesehatan yang diperoleh dari soft drink atau minuman bersoda. Yang Anda dapatkan hanyalah banyak yang tidak berguna. Selain itu, minuman bersoda juga membawa dampak buruk bagi kesehatan sama halnya dengan merokok.
Tapi sepertinya imbauan-imbauan dari dokter atau praktisi kesehatan untuk berhenti mengonsumsi soft drink jarang didengar oleh kebanyakan orang. Tren modern seakan melekat ketika seseorang minum soft drink.
Mengapa harus berhenti minum soft drink?

Dilansir dari GeniusBeauty, Rabu (7/7/2010), berikut 5 alasan kesehatan mengapa orang harus berhenti minum soft drink:

1. Obesitas (berat badan berlebihan)
Peneliti di University of Texas menemukan bahwa soft drink meningkatkan risiko (soft drink bebas gula) justru meningkatkan risiko hingga 54,5. Maka soft drink bebas gula tak selalu sehat.
rata-rata 32,8 persen, sedangkan

2. Kalori yang tak berguna
Sebagian besar minuman soda mengandung 250 per 600 ml. Tak ada kandungan atau mineral di dalamnya, melainkan hanya gula dan kafein.

3. Kecanduan atau adiktif
Soft drink
juga menyebabkan semacam kecanduan. Yang kecanduan adalah kandungan kafein di dalamnya. Setelah berhenti dari kebiasaan minum soft drink, Anda akan mengalami gejala putus zat seperti sakit kepala, , gugup dan menggigil.

4. Meningkatkan risiko penyakit
jantung dan diabetes
Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh American Heart Association di Circulation Journal pada tahun 2007, orang yang minum soft drink setiap hari akan meningkatkan risiko sindrom metabolik, yaitu suatu kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes, sebesar 44 persen.

5. Mengurangi jumlah sperma
Hasil studi di Denmark menunjukkan laki-laki yang mengonsumsi 1 liter atau lebih soft drinksoft drinksoft drink.
setiap hari bisa berbahaya bagi spermanya. Laki-laki yang sering mengonsumsi menghasilkan sperma 30 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak mengonsumsi 

copas dari : www.2lisan.com

Minum ASI, Bayi Terhindar dari Sakit Mental


LONDON, KOMPAS.com - Riset terbaru menyatakan, bayi-bayi yang mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) lebih dari enam bulan pertama relatif lebih sehat secara mental. Mereka berisiko lebih  kecil mengalami problem kejiwaan di saat dewasa.

Para peneliti percaya bahwa kandungan nutrisi pada ASI serta ikatan antara ibu dan bayi (bonding process) saat menyusui memberi efek jangka panjang yang luar biasa pada perkembangan otak bayi .

Temuan yang dipublikasikan dalam The Journal of Pediatrics ini merupakan  hasil analisis rekan medik lebih dari 2.000 anak di Australia Barat. Professor Wendy Oddy, yang memimpin riset menyatakan: "Menyusui tampaknya memberi manfaat yang signifikan pada kesehatan jiwa bayi hingga mereka dewasa."

Bayi yang dilibatkan dalam studi ini hampir separuhnya mendapatkan ASI selama enam bulan atau lebih. Hanya 38 persen saja yang menyusui kurang dari enam bulan, dan sisanya tidak memperoleh air susu ibu.

Seiring bertambahnya usia para bayi, para ahli memeriksa kesehatan jiwa mereka yakni saat berusia empat, lima, delapan, 10 dan 14 tahun. Hasilnya menunjukkan, untuk setiap penambahan angka (bulan) proses masa menyusui, indikator yang menunjukkan perilaku semakin membaik, kata peneliti dari Telethon Institute for Child Health Research di Perth. Angka-angka ini pun tetap valid walaupun setelah memperhitungkan faktor sosial, ekonomi serta pengaruh orang tua.  

UNICEF dan WHO sendiri telah menganjurkan para ibu untuk memberikan ASI ekslusif kepada bayinya selama enam bulan pertama setelah melahirkan. Aktivitas menyusui boleh diperpanjang hingga tahun kedua untuk mendukung kesehatan pencernaan serta kekebalan tubuh bayi.

www.kompas.com

5 Makanan Penawar Stres


KOMPAS.com - Stres, siapa yang tidak mengenal kata ini? Hampir tiap individu mengalaminya. Apalagi pada mereka yang sering sekali dikejar oleh batasan waktu. Kondisi stres seringkali membuat daya tahan tubuh menurun dan berakibat gampang menjadi sakit, mulai dari flu hingga penyakit jantung.

Sebenarnya makanan yang bisa mengurangi stres Anda seperti oatmeal hangat bisa meningkatkan kadar serotonin di dalam tubuh sehingga mengeluarkan rasa tenang dan nyaman. Makanan lainnya bisa mengurangi kadar kortisol dan adrenalin, dimana mereka merupakan hormon stres yang ada di dalam badan sepanjang waktu. Mari kita pelajari agar Anda bisa merasa lebih nyaman dan mengurangi tingkat ketegangan Anda.

1. Makanan mengandung karbohidrat kompleks
Karbohidrat mendorong otak untuk membuat serotonin sehingga menimbulkan rasa nyaman, sangatlah baik untuk memakan karbohidrat kompleks sehingga bisa dicerna dengan baik. Pilihan yang baik sebagai penghasil karbohidrat kompleks adalah sereal, roti, pasta, dan juga oatmeal. Karbohidrat kompleks juga bisa membuat kadar gula darah menjadi stabil.

2. Makanan mengandung karbohidrat sederhana
Makanan yang mengandung karbohidrat sederhana termasuk permen dan soda bisa mengurangi stres untuk waktu singkat. Gula sederhana yang dikandung di dalamnya bila dicerna akan menghasilkan kadar serotonin yang cukup tinggi.

3. Jeruk
Jeruk mengandung vitamin C yang banyak, kandungan vitamin C bisa mengurangi stres. Sebuah penelitian menyatakan bahwa mengkonsumsi 3000 mg vitamin C sebelum mengerjakan tugas yang membuat stres bisa membuat kadar kortisol dan tekanan darah menjadi normal kembali.

4. Bayam
Mungkin Anda masih ingat Popeye yang suka sekali memakan bayam? Ternyata ia tak salah menjadikan bayam sebagai makanan favoritnya. Kandungan magnesium di dalam bayam meregulasi kadar kortisol. Magnesium cenderung terbuang dari tubuh ketika kita stres dan memakan bayam menambahkan kadar magnesium di dalam badan. Selain bayam, jika Anda bukan pecinta bayam, magnesium juga terdapat di salmon dan kacang kedelai.

5. Ikan Omega-3
Untuk membuat kortisol dan adrenalin di dalam badan tetap oke, bertemanlah dengan ikan yang mengandung omega-3, seperti tuna dan salmon. Sehingga, selain mengurangi stres, juga baik untuk memproteksi jantung. Untuk hasil maksimal, konsumsilah 3 ons ikan omega-3 seminggu dua kali.

Dr.Intan Airlina Febiliawanti (www.kompas.com)

Rokok Elektronik Diduga Sama Bahayanya Dengan Rokok Biasa

img
Ilustrasi (Foto: duopro)

Nurul Ulfah - detikHealth


New York, Rokok elektronik atau yang dikenal dengan e-cigarette merupakan alternatif bagi perokok yang ingin berhenti merokok. Namun rokok elektronik diduga sama bahayanya dengan rokok biasa.

Electronic cigarette atau e-cigarette adalah produk rokok elektronik yang beroperasi dengan menggunakan baterai. Uap nikotin akan dihasilkan oleh e-cigarette dan akan masuk ke tubuh seseorang ketika ia menghirupnya.

Perbedaannya adalah, alat ini tidak menghasilkan tar dan zat-zat berbahaya lain yang terdapat di rokok tradisional.

Sama halnya dengan koyo nikotin, e-cigarette juga berfungsi sebagai pemberi asupan nikotin bagi tubuh. Awalnya produk ini akan menggantikan fungsi rokok biasa, namun secara perlahan-lahan bisa mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok.

Meski cukup membantu perokok yang ingin berhenti, namun produk ini dianggap masih berbahaya karena sedikitnya studi yang membuktikan keamanannya.

"Pengetahuan kami tentang efek jangka panjang penggunaan e-cigarette sangatlah terbatas," kata Andreas Flouris dari Institute of Human Performance and Rehabilitation, Yunani seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Kamis (21/1/2010).

Beberapa pihak yang meragukan keamanan produk ini adalah Food and Drug Administration (FDA) Amerika dan Health New Zealand (HNZ).

FDA mengindikasi beberapa racun dalam produk e-cigarette yang bisa meningkatkan potensi bahaya untuk kesehatan, sama halnya dengan rokok biasa yang terbuat dari tembakau. Namun dibutuhkan studi lebih lanjut untuk membuktikan kecurigaan FDA.

"Strategi dan produk-produk alternatif rokok memang akan selalu diterima selama bisa mengurangi dampak buruk untuk kesehatan, tapi tetap saja harus diwaspadai bahayanya," tutur Andreas.

(fah/ir)

www.detik.com

Terlalu Banyak Duduk Bisa Mematikan

img
(Foto: nydailynews)

Vera Farah Bararah - detikHealth


Los Angeles, Dalam sehari berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk duduk? Bisa jadi setengah hari hanya dilewati dengan duduk saja. Ahli kesehatan telah memberikan peringatan aktivitas duduk yang terlalu lama bisa mematikan.

Ilmuwan semakin memberikan peringatan agar jangan duduk terlalu lama karena bisa berakibat buruk bagi kesehatan, bahkan jika orang tersebut berolahraag secara teratur. Tak peduli orang tersebut duduk di mana saja, bisa di kantor, sekolah, mobil atau depan komputer, karena yang dilihat adalah jumlah jam secara keseluruhan.

Penelitian ini memang masih pendahuluan, tapi beberapa studi sebelumnya menunjukkan bahwa orang-orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, cenderung akan gemuk sehingga berisiko mengalami serangan jantung hingga kematian.

Sebuah editorial yang diterbitkan pekan ini dalam British Journal of Sports Medicine, peneliti Elin Ekblom-Bak dari Swedish School of Sport dan Health Sciences menyarankan agar pihak yang berwenang memikirkan kembali bagaimana mendefinisikan kegiatan fisik dan menyoroti bahaya terlalu lama duduk.

"Setelah duduk selama 4 jam, biasanya tubuh mulai mengirimkan sinyal yang berbahaya. Bahkan bagi orang yang rajin berolahraga sekalipun," ujar Ekblom-Bak, seperti dikutip dari News.Yahoo, Kamis (21/1/2010).

Tim Armstrong, seorang ahli aktivitas fisik dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan orang yang berolahraga setiap hari tapi menghabiskan banyak waktu untuk duduk, mungkin masih sedikit diuntungkan. Tapi jika olahraga dilakukan tidak hanya satu waktu saja dan tersebar sepanjang hari, itu akan lebih bagus hasilnya.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu melibatkan 17.000 warga Kanada yang berusia sekitar 12 tahun. Para peneliti menemukan orang yang duduk dalam jangka waktu panjang memiliki risiko kematian yang lebih tinggi, terlepas dari apakah orang tersebut berolahraga atau tidak.

"Kami belum punya bukti yang cukup untuk mengungkapkan berapa banyak waktu untuk duduk yang bisa berbahaya bagi tubuh. Tapi semakin seseorang berusaha untuk melakukan aktivitas lain yang berpindah-pindah akan semakin baik," ujar Peter Katzmarzyk dari Pennington Biomedical Research Center di Baton Rouge, Los Angeles.

Para ahli mengungkapkan masih dibutuhkan banyak penelitian agar bisa mengetahui seberapa lama duduk bisa berbahaya, serta kemungkinan untuk mengimbangi efek-efek yang ada.

"Tapi masyarakat harus tetap berolahraga untuk mengurangi risiko yang ada. Selain itu usahakan agar tidak mengirim email untuk rekan si kantor, cobalah berjalan untuk berbicara dengannya sambil berdiri," ujar Ekblom-Bak.

(ver/ir)

www.detik.com

7 Kebiasaan Tidur Sehat

KOMPAS.com - Tak semua orang bisa tidur cukup. Akibatnya, mereka mengantuk dan tak bisa berprestasi maksimal di tempat kerja atau sekolah keesokan paginya.
Berikut ini sejumlah kebiasaan sehat yang bisa mendorong kebiasaan tidur sehat:

1.    Ciptakan lingkungan yang kondusif
Singkirkan benda-benda seperti radio dan televisi dari kamar tidur. Kamar adalah tempat untuk tidur, bukan menonton televisi. Orang akan mudah tertidur ketika ruangan lebih dingin dibandingkan hangat. Karena itu, ciptakan ruangan yang sejuk.

Matikan lampu, karena otak lebih mudah mempersiapkan tubuh untuk tidur di ruangan gelap. Pastikan seprei selalu bersih. Bantal, guling, dan kasur juga harus nyaman agar kita bisa tidur nyenyak.

2.    Atur waktu tidur dan bangun yang konsisten
Setiap orang punya jam biologis yang mencatat dan melacak pola tidur. Ketika tubuh punya pola tidur teratur, otak secara otomatis akan mengirim sinyal ke tubuh untuk rileks dan pergi tidur. Tubuh pun secara otomatis akan bangun ketika sudah cukup mendapatkan istirahat.

3.    Jauhi obat tidur
Jauhi kafein dan nikotin di malam hari karena dapat mengganggu istirahat. Kafein adalah stimulan yang mengaktifkan otak, sedangkan nikotin mempercepat metabolisme, sehingga tubuh Anda tetap energik. Pilihlah susu atau cokelat hangat sebelum pergi tidur.

4.    Olahraga teratur
Hindari olahraga berat dekat dengan waktu tidur karena peningkatan temperatur tubuh akan membuat Anda terus terjaga. Idealnya, olahraga dilakukan 4-6 jam sebelum pergi tidur. Supaya tetap sehat dan tidur nyenyak, gerakkan tubuh 20 menit sehari.

5.    Turunkan suhu tubuh
Orang cenderung cepat jatuh tertidur ketika suhu tubuhnya menurun. Jadi, sebenarnya mandi air panas sebelum tidur justru tidak mempercepat tidur.

6.    Jangan paksa diri untuk tidur.
Jika tak bisa tidur, coba keluar dari kamar dan lakukan sesuatu yang lama-kelamaan membuat Anda mengantuk. Contohnya menonton televisi, membaca, atau mendengarkan musik yang lembut. Segera kembali ke kamar ketika kantuk mulai menyerang.

7.    Hindari tidur siang.
Tidur siang dapat mengganggu pola tidur Anda. Tidur siang menjamin Anda mendapatkan cukup istirahat hari itu, sehingga malam Anda jadi terjaga. @diy

Hati-Hati Dehidrasi

Kita mungkin sudah sering mengucapkan kata dehidrasi. Haus sedikit saja kita sering berkelakar demikian. Istilah dehidrasi memang sudah tidak asing lagi. Dehidrasi berarti kekurangan cairan tubuh karena jumlah cairan yang keluar lebih banyak daripada jumlah cairan yang masuk. Dan ini bisa menyerah siapa saja, dari anak kecil hingga orang tua. Hanya saja dehidrasi kerap dianggap sebagai masalah sepele.

Padahal, sebenarnya dehidrasi itu cukup berbahaya. Yang paling rentan terkena dehidrasi adalah anak kecil dan orang tua. Soalnya, tubuh anak kecil banyak mengandung lemak, dan lemak hanya mengandung air lebih kurang 20 persen. Sementara itu pada tubuh orang tua, kadar air dalam tubuhnya sudah semakin menurun akibat proses penuaan organ-organ tubuh.

Tapi, kalau dilihat dari perbedaan jenis kelamin, maka perempuanlah yang lebih mudah terserang dehidrasi dibandingkan dengan laki-laki. Penyebabnya sama seperti pada anak kecil, tubuh perempuan lebih banyak lemak daripada tubuh laki-laki. Namun, di antara semua itu, ternyata remajalah yang paling sering terkena dehidrasi. Pasalnya, remaja mempunyai banyak kegiatan. Akibatnya, aktivitas fisik pun meningkat drastis dan menguras bayak keringat.

Prinsip terjadinya dehidrasi sebenarnya sederhana. Ketika kita melakukan banyak kegiatan, maka cairan tubuh akan terkuras. Kulit banyak mengeluarkan keringat. Paru-paru pun banyak mengeluarkan uap melalui pernafasan.

Lantaran dianggap sepele, tanda-tanda kemunculan dehidrasi kerap kali tak disadari. Gejala kalau kita kena dehidrasi ringan seperti haus, mulut kering, dan bibir kering, sering dianggap sebagai sesuatu yang wajar-wajar saja. Baru kalau sudah memasuki tingkat yang lebih tinggi lagi (dehidrasi sedang), dan muncul tanda-tanda lain seperti tonus kulit jadi menurun (kalau dicubit kulit akan lama kembali ke bentuk semula, alias kulit tidak kenyal), dan berat badan menurun, kita menjadi lebih sadar. Selain mengganggu keseimbangan tubuh, pada tingkat yang sudah sangat berat, dehidrasi bisa pula berujung pada penurunan kesadaran, koma, hingga meninggal dunia.

Orang yang terkena dehidrasi selain jadi jarang kencing dan jumlahnya sedikit, warna air seninya juga menjadi lebih pekat. Untuk masalah perubahan air seni, semakin tinggi tingkat dehidrasinya, warna air seni akan semakin pekat. Penyebabnya, kalau dehidrasi, tubuh secara otomatis akan menahan semua cairan, termasuk cairan yang mestinya dibuang seperti air seni. Semakin lama air seni itu ditahan, maka jumlah kotoran yang terkandung di dalamnya semakin banyak, hingga mengakibatkan warnanya menjadi keruh.

Mencegah dehidrasi sebenarnya mudah saja. Namanya juga penyakit sepele, penanganannya pun sepele pula. Sering-sering saja minum. Dan air yang diminum sangat dianjurkan air putih. Bukan kopi, teh apalagi minuman bersoda. Meminum kopi, teh atau soda malah membuat keadaan rubuh tambah parah. Maklum, minuman-minuman tersebut mengandung kafein yang hanya akan menambah frekuensi kencing. Jika kita terus menerus kencing, otomatis kita akan semakin banyak pula kehilangan cairan tubuh.

Cara pencegahan lain, kalau hendak beraktivitas di luar ruangan, usahakan saja mengenakan pakaian yang terbuat dari katun. Soalnya, pakaian yang menyerap keringat sangat membantu mengurangi penguapan cairan tubuh.

Forum Sains

Gosok Gigi? Penting Loh!

Bangun tidur ku terus mandi
Tidak lupa menggosok gigi
Habis mandi ku tolong ibu
Membersihkan tempat tidur ku

Lirik lagu di atas mungkin sangat familiar bagi kita di masa kanak-kanak. Di balik  lirik syairnya yang sederhana dan mudah dihafal ternyata ada penjelasan ilmiah yang perlu kita perhatikan. Lirik kedua “tidak lupa menggosok gigi” mengingatkan kita bagaimana pentingnya menggosok gigi. Bahkan Ikatan Dokter Gigi Indonesia (IDGI) menyarankan untuk menggosok gigi sekurang-kurangnya dua kali sekali. Ada apakah gerangan? Berikut  adalah penjelasan sederhana kenapa kita mesti menggosok gigi.

Air liur (secara ilmiah disebut dengan saliva) mengandung lebih dari seratus milyar (108) bakteri per milimeternya. Dalam air liur juga mengandung lapisan tipis glikoprotein yang menempel pada enamel gigi, dan menjadi medium pertumbuhan bagi milyaran bakteri tersebut.

Di antara milyaran bakteri tersebut, Streptococccus mutans merupakan bakteri yang menyebabkan pembusukan dan menyebabkan lubang pada gigi. Bakteri ini menghasilkan suatu enzim khusus yang dikenal dengan glukosil transferase yang berkerja secara spesifik dalam penguraian sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa (sukrosa merupakan jenis gula yang kita konsumsi sehari-hari). Enzim ini selanjutnya akan merombak glukosa yang telah diuraikan tadi menjadi suatu polisakarida yang disebut dengan dextran. Plak gigi (dental plaque), atau disebut juga dengan karang gigi, merupakan sejumlah besar dextran yang menempel pada enamel gigi dan menjadi media pertumbuhan bagi berbagai jenis bakteri tersebut.

Pembentukan plak gigi ini merupakan langkah awal dalam proses pembusukan gigi. Hasil penguraian sukrosa yang kedua adalah fruktosa. Bakteri Lactobacillus bravis mengubah fruktosa menjadi asam laktat melalui serangkaian reaksi glikolisis dan fermentasi. Terbentuknya asam laktat akan menyebabkan penurunan pH pada permukaan gigi. Suasana asam ini menyebabkan  kalsium dari enamel gigi akan terurai atau rusak.

Secara alamiah kita memproduksi 1 liter air liur setiap hari yang berguna  mengurangi keasaman mulut. Akan tetapi, plak gigi yang terbentuk tidak bisa diuraikan oleh air liur tersebut. Plak gigi ini menahan keberadaan bakteri. Akibatnya asam laktat akan tetap terbentuk dan tetap akan merusak enamel gigi.

Menggosok gigi secara teratur dapat membantu mengurangi pembentukan plak gigi. Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung sukrosa juga merupakan langkah pencegahan kerusakan gigi. Kontrol kesehatan gigi secara berkala merupakan salah satu langkah menjaga kesehatan gigi. Agar kita dapat membantu ibu bukan hanya sekedar membersihkan tempat tidur lho... ^_*

www.forumsains.com

Waspada Tahi Lalat

Hampir setiap orang mempunyai tahi lalat, ada yang tumbuh namun ada juga tahi lalat yang hanya sebagai tanda lahir. Benarkah tahi lalat tanda adanya kanker kulit?

Tahi lalat dikenal dalam dunia medis sebagai Nevus Pigmentosus yaitu bercak berwarna yang terdapat pada lapisan terluar dari kulit (epidermis). Tahi lalat bisa berada dimana saja, bahkan letak tahi lalat bisa membuat wajah seseorang terlihat lebih cantik atau lebih seksi. Tahi lalat ada yang berasal dari lahir namun ada juga yang baru tumbuh saat dewasa. Bentuknya bisa bermaca-macam seperti bulat, lonjong, oval atau datar.

Tahi lalat biasanya bertahan hingga 50 tahun lalu menghilang, namun tidak semua tahi lalat menghilang sempurna, ada juga yang tetap menetap dikulit.

Seperti dilansir skincancer.net, Senin (20/7/2009) , secara garis besar tahu lalat dapat dibagi menjadi 5 macam:

1. Tipe junctional yaitu tahi lalat yang biasanya berwarna coklat, tumbuh mendatar atau sedikit menimbul di permukaan kulit.
2. Tipe compound yaitu tahi lalat yang sedikit menimbul di permukaan kulit, warnanya bervariasi mulai dari warna terang hingga coklat tua, dan memiliki sel pembentuk pigmen (melanosit) di lapisan atas (epidermis) ataupun lapian bawah kulit (dermis)
3. Tipe dermal yaitu tahi lalat yang terletak pada lapisan bawah kulit (dermis) yang warnanya bervariasi dari warna kulit hingga coklat tua, menonjol di permukaan kulit, biasanya terdapat di tubuh bagian atas (badan, lengan, leher dan kepala). Dan mungkin terdapat rambut.
4. Tipe sebaseous yaitu tahi lalat yang terbentuk dari aktivitas kelenjar minyak kulit yang berlebihan, biasanya berwarna kuning dan teksturnya kasar.
5. Tipe biru yaitu tahi lalat yang sedikit menonjol, warna berasal dari pigmen di dalam kulit (biasanya biru) dan sering terdapat pada kepala, leher dan lengan atas seorang wanita.

Tahi lalat sebenarnya adalah tumor jinak yang tidak membahayakan bagi manusia. Namun, karena berbagai sebab bisa berubah menjadi ganas.

Tahi lalat yang ganas disebut dengan Nevus Junctional. Dan bisa juga berubah menjadi kanker kulit yang sangat berbahaya, yang disebut dengan melanoma maligna.

US National Institute of Health menyebutkan Nevus Junctional adalah tahi lalat yang ditemukan dipersimpangan (perbatasan) antara kulit ari dan dermis dari lapisan kulit, tahi lalat ini biasanya berwarna dan slightly.

Tahi lalat sangat berbahaya jika sudah menjadi kanker kulit atau Melanoma Maligna. Melanoma maligna adalah kanker kulit yang sangat berbahaya, yang melibatkan sel melanocytes yang menghasilkan pigmen kulit melanin. Melanin ini juga bertanggung jawab untuk warna kulit dan rambut. Melanoma bisa berkembang sangat cepat.

Ada beberapa tanda bahwa tahi lalat tersebut bisa memicu melanoma maligna, yaitu:
1. Rasa gatal ataupun nyeri pada tahi lalat
2. Perubahan warna (menjadi lebih gelap, pucat atau terang) pada tahi lalat yang tidak merata.
3. Ukurannya membesar
4. Pelebarannya tidak merata ke samping
5. Permukaan tidak rata
6. Adanya luka atau trauma
7. Tahi lalat sering berdarah walaupun hanya karena trauma ringan
8. Adanya ulkus atau infeksi pada tahi lalat yang sukar sembuh.

Jika Anda merasakan salah satu dari tanda-tanda tersebut periksalah ke dokter kulit, agar dapat penanganan yang lebih intensif. Karena tidak semua tahi lalat adalah tanda adanya kanker kulit.

Nara sumber : Vera Farah Bararah - detikHealth - http://health.detik.com